Bisnis Domba


sedia Domba Panggang
July 2, 2008, 9:26 am
Filed under: Qurban Aqiqah Syukuran

para penggemar domba panggang,

Kami dari tim marketing Villa Domba kembali memberikan sebuah layanan untuk memanjakan anda semua para penggemar domba panggang/ guling. Semoga layanan kami ini berkenan bagi anda semua.


semoga berkenan



Qurban Di Negeri Orang
July 2, 2008, 9:25 am
Filed under: artikel
Cerita dari negeri Belanda mengenai umat Muslim disana yang melaksanakan qurban di negeri Belanda, mulai dari harga dan pelaksanaannya yang saya dapat dari panyingkul.com . Menarik untuk disimak bagaimana lika liku melaksanakan ibadah qurban di negeri orang.

Hewan kurban di Belanda: Datang, Pilih dan Bagikan
:: Hamus Rippin ::

Kambing yang disiapkan sebuah rumah potong di provinsi Helderland, Foto: Hamus Rippin.
Umat Islam di Provinsi Noord Brabant(Brabant Utara), Belanda, tahun ini melaksanakan salat Idul Adha berbeda hari, yakni Sabtu dan Minggu (30/31 Desember 2006). Mereka yang melaksanakannya Sabtu, mengikuti pelaksanaan salat di Mekkah, Arab Saudi. Sementara kegiatan kurbannya diadakan dengan mengunjungi langsung rumah potong hewan. Citizen reporter Hamus Rippin melaporkan cara berkurban di Belanda, yang berbeda dengan di Indonesia.
Mesjid Indonesia di Waalwijk, An-Noer, yang selama ini berfungsi selaku mesjid internasional untuk jamaah Indonesia, Marokko, Mesir, Somalia, Bosnia, Suriname dan lain-lain, melaksanakan salat pada hari Sabtu. Seusai salat, jamaah secara berkelompok atau perorangan pergi ke tempat pemotongan hewan secara Islami. Hewan kurban yang akan mereka potong telah disediakan oleh perusahaan rumah pemotongan Ilamitische slachterij yang terdekat dari kota masing-masing. Hewan-hewan itu sudah siap dibeli dan dipotong. Tinggal dipilih jenis dan tingkatan harganya. Pembeli yang hendak berkurban tinggal membayar dan menerima beres hewan kurbannya.
Di Belanda tidak semua kota memiliki rumah potong hewan secara Islami. Satu rumah potongharus diseleksi dengan persyaratan tertentu, baru diberi izin untuk memotong hewan spesial untuk kepentingan komunitas muslim. Jarak antara satu rumah potong dengan lainya kadang jauh, puluhan kilometer. Kadang satu provinsi memiliki beberapa rumah potong hewan secara Islami, tetapi kadang juga satu provinsi hanya satu. Karena itulah kadang umat Islam harus antre hingga dua hari untuk mendapat giliran di provinsi yang hanya satu rumah potongnya.
Saya yang tinggal di Noord Brabant misalnya, pernah mendatangi tiga tempat pemotongan hewan yang melayani umat Islam. Semua tempat itu adalah milik orang Belanda, namun menyediakan daging hewan yang dipotong menurut ritual ajaran Islam.
Islamitisch slachthuis umumnya mempekerjakan orang Islam dari Marokko,Turki, Bosnia dan lain-lain selaku juru potong. Hari raya kurban merupakan kesempatan khusus bagi juru potong. Sebab, mereka biasanya akan bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 23.00 malam. Itu pun, belum tentu dapat melayani banyaknya permintaan jamaah yang hendak berkurban.
Hewan yang sudah dipotong, kemudian dikuliti dan dibersihkan. Satu rumah potong yang biasanya mempekerjakan 25 hingga 30 orang, sering kewalahan pada saat hari raya Idul Adha. Bagian tertentu dari hewan kurban tidak diambil, misalnya kepala, kaki, kulit dan isi perut, kecuali kadang-kadang ada juga yang mengambil bagian hati dan jantung hewan kurban. Pembeli akan membawa daging hewan kurbannya untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak.
Petugas rumah potong menguliti hewan kurban.Foto: Hamus Rippin.
Dua warga Indonesia yang siap mengangkut hewan kurbannya ke rumah masing-masing dan membagikannya kepada yang berhak.Foto: Hamus Rippin.

Sangat Mahal

Dibandingkan dengan di tanah air, harga hewan kurban di Belanda jauh lebih mahal. Seekor kambing harganya antara 100 hingga 150 euro (1,1 – 1,7 juta rupiah), tetapi berat daging bersama tulang, setelah dikuliti, dikeluarkan isi perut, kepala dan kaki, bisa mencapai 50 kilogram. Malah yang besar sekali mencapai 60 kilogram atau lebih. Domba harganya antara 225 – 350 euro (2,6 – 4,1 juta rupiah) dan sapi jantan antara 1700 – 2000 euro (18 – 23 juta rupiah), tergantung besarnya.
Dari satu daerah dan daerah lainnya juga terjadi perbedaan harga. Malah antara satu rumah potong dengan rumah potong yang lain kadang berbeda. Namun, meski harga hewan cenderung naik pada saat banyaknya permintaan seperti pada hari raya umat Islam ini, toh tidak mengurangi keinginan para jamaah untuk tetap melaksanakan kurban sesuai kemampuannya masing-masing.
Menurut pengalaman saya yang sudah puluhan tahun tinggal di wilayah Brabant, sangat sedikit orang Islam asal Indonesia yang mengunjungi rumah potong hewan pada hari kurban. Apabila saya berbincang dengan mereka, banyak yang beralasan sudah mengirim uang kurbannya ke tanah air.

Panyingkul.com



Panggang Domba/ Domba Panggang
July 2, 2008, 9:23 am
Filed under: Qurban Aqiqah Syukuran
“..Ass, luk. Mo tanya, ente bs nyediain domba bwt di guling ato dipanggang? hrg brp, brt brp, byrnya gimana? dombanya yg msh muda ya, tp ckp umur bwt dipanggang, jgn anaknya :) . Nupis…” . Begitulah kira kira tulisan dari SMS yang saya terima dari temen lama saya. Langsung saja saya kontak bang Agus untuk koordinasi mengenai SMS ini. Akhirnya didapat pula harga dan spesifikasi domba yang cocok untuk di panggang.

Insyaallah saat ini kami akan mebuat segmen baru dalam menjual domba. Disamping domba yang biasa saya tampilkan di blog ini dengan berbagai kategori berat untuk qurban ataupun aqiqah, kami akan membuat segmen baru untuk kategori domba yang satu ini, yaitu untuk domba panggang.

Domba yang akan saya coba tampilkan/ jual disini adalah domba muda dengan usia yang sudah cukup untuk di sembelih. Usianya tidak terlalu muda juga tidak tua. Usia cukup sehingga lemak belum banyak dan daging masih empuk namun berat domba cukup.

Harganya pun lebih rendah dibanding dengan harga yang biasa saya pasarkan untuk Qurban atau Aqiqah. Ini juga menjawab pertanyaan kenapa domba untuk Qurban dan Aqiqah yang kami tawarkan lebih mahal. Ada beberapa kriteria (untuk Qurban dan Aqiqah) yang harus kami penuhi agar domba yang kami jual sesuai dengan syariat Islam dan juga tidak merugikan konsumen.

Kriteria seperti domba yang cukup umur yang ditandai juga dengan tanggalnya gigi seri dari domba tersebut, adalah salah satunya. Minimal berat yang dicapai di peternakan kami bila domba sudah masuk kriteria dan syariat Islam adalah sekitar 30 – 33 kg (berat minimal yang biasa saya jual). Bila dikalikan dengan harga domba hidup per kg nya maka keluar juga angka minimal yang saya jual. Nah, itu yang saya bisa jelaskan kenapa harga domba untuk Qurban dan Aqiqah lebih mahal ketimbang pemesanan untuk panggang domba atau syukuran lainnya, yaitu kami sangat memperhatikan syarat dan syariat Islam agar domba yang kami jual sesuai dengan syariat Islam untuk di Qurbankan/ Aqiqah.

Sedangkan untuk panggang domba tidak harus menunggu tanggalnya gigi seri domba, namun demikian kami tetap memperhatikan syariat lainnya seperti sehat, tidak cacat dan tidak berpenyakit. Sehingga berat domba pun untuk panggang domba bisa dicapai pada 20 – 30 kg.

Demikian perbedaan harga domba untuk Qurban/Aqiqah dengan harga domba Panggang Domba, sedangkan untuk layanan lainnya tetap kami samakan. Seperti bebas biaya penyebeliahan domba dan pembersihan di tempat kami, dan juga bebas biaya antar untuk wilayan Bandung.



Cara Tepat Menyimpan dan Mengolah Daging
July 2, 2008, 9:21 am
Filed under: artikel

Daging memang dapat diolah menjadi beraneka jenis masakan yang menggoda selera. Namun, sudahkah Anda memperlakukan daging secara benar dari sisi higenitas dan keamanannya? Berikut ini tips singkat ‘memperlakukan’ dengan tepat daging yang akan kita masak menjadi hidangan lezat dan menyehatkan.

* Belilah daging di tempat penjualan yang bersih dan rapi. Jika membeli di pasar tradisional, pilihlah daging yang dipajang di los khusus daging. Biasanya, daging yang dijual di sini merupakan output dari rumah pemotongan hewan (RPH) resmi yang diawasi.
* Begitu sampai di rumah, segeralah memasukkannya ke lemari pendingin dalam wadah tertutup. Simpanlah dengan suhu pendingin 0 sampai 5 derajat celsius

* Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih ketika akan memegang daging

* Sediakan tempat yang bersih di dapur Anda untuk mengolah daging. Jangan lupa untuk membersihkan peralatan masaknya. Daging, bagaimanapun, merupakan tempat yang empuk untuk tumbuh kembang bakteri dan kuman.
* Daging yang tidak terpakai atau daging olahan yang ingin disimpan harus segera dikembalikan ke dalam kulkas dalam wadah tertutup.
* Makanan dari daging hanya boleh dipanasi ulang sebanyak satu kali. Pastikan Anda telah memanaskan seluruh bagian dari masakan itu
* Defrost makanan beku secara seksama sebelum di masak. Caranya, bisa dengan bantuan microwave atau dilakukan bertahap, yaitu dibiarkan 10 menit di rak lemari pendingin (setelah sebelumnya disimpan di lemari pembeku), baru dikeluarkan dan diangin-angin di suhu ruang. Ingat, jangan mendinginkan ulang makanan yang telah lumer.
* Pastikan Anda mengikuti anjuran masak ketika menggunakan microwave dalam memasak, mencairkan, atau memanaskan makanan. Jangan lupa, perhatikan pula waktu penyimpanan maksimum untuk aneka daging yang belum di masak berikut:
* Jika disimpan dalam lemari pendingin, daging sapi, sosis, dan domba bisa tahan tiga hari. Sementara itu, hati, paru, dan organ dalam lainnya hanya tahan sehari di kulkas.
* Namun, kalau disimpan dalam lemari pembeku, daging bisa tahan lebih lama. Daging domba bisa disimpan antara enam sampai sembilan bulan. Sosis awet selama tiga bulan. Lalu, beragam organ dalam masih bisa dipakai hingga tiga bulan jika di letakkan dalam frizer. Daging sapi bahkan mencapai 9 – 12 bulan. c17

dikutip dari republika online



sejarah qurban
July 2, 2008, 9:19 am
Filed under: Uncategorized
Kurban wajib bagi orang yang mampu atau berkecukupan tapi bila tidak melaksanakan kurban, Nabi Muhammad SAW mengingatkan : “Barang siapa yang sudah mampu dan mempunyai kesanggupan tapi tidak berkurban, maka dia jangan dekat-dekat kemushallahku.” Hadis tersebut merupakan sindiran bagi orang-orang yang mampu dan banyak harta tapi tidak mau berkurban.

Sejarah qurban itu dibagi menjadi tiga, yaitu : zaman Nabi Adam As; zaman Nabi Ibrahim As; dan pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Pertama pada zaman Nabi Adam As. Qurban dilaksanakan oleh putra-putranya yaitu bernama Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki oleh Qabil mewakili kelompok petani, sedang Habil mewakili kelompok peternak. Saat itu sudah mulai ada perintah, siapa yang memiliki harta banyak maka sebagian hartanya dikeluarkan untuk qurban.
Sebagai petani si Qabil mengeluarkan kurbannya dari hasil pertaniannya dan sebagai peternak si Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaanya untuk kurban, untuk siapa semua itu diqurbankan, padahal waktu itu manusia belum banyak. Diterangkan dalam sejarah, harta yang diqurbankan itu disimpan di suatu tempat yaitu di Padang Arafah yang sekarang menjadi napak tilas bagi para jemaah haji.
Baik buah-buahan yang diqurbankan si Qabil maupun hewan ternak yang diqurbankan si Habil, dari kedua orang tersebut mempunyai sifat berbeda. Si Habil mengeluarkan hewan diqurbankan dengan tulus ikhlas. Dipilih hewan yang gemuk dan sehat, dan dia taat terhadap petunjuk ayahnya Nabi Adam.Berbeda dengan si Qabil, Dia memilih buah-buahan yang jelek-jelek dan sudah afkiran.

Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata yang habis adalah qurban yang dikeluarkan oleh si Habil sementara buah-buahan yang dikeluarkan si Qabil tetap utuh, tidak berkurang. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27 : “Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), Ia berkata : “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil ” Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”.

Kurban si Habil di terima Allah SWT karena dia mengeluarkan sebagian hartanya yang bagus-bagus dan dikeluarkan dengan tulus dan ikhlas. Sementara si Qabil mengeluarkan sebagian harta yang jelek-jelek dan terpaksa. Oleh karena kurban tidak diterima Allah. Akhirnya si Qabil menaruh dendam kepada si Habil. Berawal dari perebutan calon istrinya, dimana peraturan waktu itu dengan sistem silang.

Kedua, pada zaman Nabi Ibrahim As. Dikisahkan dalam Al-Qur’an surat Ash-Shafaat ayat 100-111 yang menceritakan mengenai qurban dan pengorbanan. Ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun beliau belum juga dikaruniai putra oleh Allah dan beliau selalu berdoa: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh” (Q.S>37:100)
Kemudian dari istrinya yang kedua yakni Siti Hajar yang dinikahinya ketika Nabi Ibrahim mengadakan silaturahmi ke Mesir (setiap kedatangan pembesar diberi hadiah seorang istri yang cantik oleh pembesar Mesir).Dari Siti Hajar lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Islam, ia lahir di tengah-tengah padang pasir yang disebut. Bahkan kemudian dikenal dengan Mekkah.

Pada saat Nabi Ibrahim diberi petunjuk oleh Allah, agar meninggalkan istrinya Siti Hajar dengan seorang putranya yang dari lahir dan ia disuruh menemui istrinya yang pertamanya yakni Siti Sarah yang berada di Yerussalem kota tempat Masjidil Agsho. Beliau meninggalkan beberapa potong roti dan sebuah guci besiris air untuk Siti Hajar dan Ismail.

Pada waktu Siti Hajar kehabisan makanan dan air, ia melihat disebelah timur ada air yang ternyata adalah fatamorgana yaitu di Bukit Sofa. Di situ Ismail ditinggalkan dan Siti Hajar naik Kebukit Marwah serta kembali ke Sofa sampai berulang tujuh kali, tapi tidak juga mendapatkan air sampai ai kembali ke Bukit Marwah yang terakhir. Ia merasa khawatir terhadap anaknya barangkali Ismail kehausan dilihat kaki Ismail bergerak-gerak diatas tanah dan tiba-tiba keluar air dari dalam tanah. Siti Hajar berlari kebawah sambil berteriak kegirangan :”zami-zami?” itulah kemudian
menjadi sumur Zam-Zam itulah kemudian menjadi sumur Zam-zam. Di situlah Siti Hajar dan Nabi Ismail di padang pasir yang kering kerontang yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim dan ditempat itulah Allah SWT. Menetapkan sebagai tempat ibadah haji.
Allah SWT, berfirman dalam surat Al-Hajj : 27 : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai onta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”.

Memang sudah disiapkan oleh Allah, disana tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada gunung berapi yang menyebabkan ada sumber kehidupan tapi atas kehendak Allah maka jadilah sumur “Zam-zam”.”Nabi Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim yang berada di Yerusalem sampai Nabi Ismail menjelang remaja. Kemudian di Yerusalem ternyata Siti Sarah hamil yang melahirkan seorang putra yang diberi nama Iskhak. Nabi Ibrahim diperintahkan lagi oleh Allah untuk kembali ke Mekkah untuk menengok istri dan anaknya yang pertama yaitu Nabi Ismail, yang rupanya sudah mulai besar. Dalam suatu riwayat kira-kira berusia 6-7 tahun. Sejak dilahirkan sampai besar itu Nabi Ismail menjadi kesayangan. Tiba-tiba Allah memberi ujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaffaat : 102 : “Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pemdapatmu ” Ia menjawab: “hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Asbabun Nujul atau latar belakang sejarahnya ketika nabi Ibrahim bermimpi (ruyal Haq). Dalam impiannya ia mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih putranya Nabi Ismail dan sampai di Mina beliau menginap, beliau mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafah malamnya di Mina, masih bermimpi yang sama juga. Betapa ujian Berat kepada Nabi Ibrahim as. Supaya menyembelih putra kesayangannya. Itulah yang dijelaskan dalam surat Ash-Shaffaat ayat 102.
Setelah terjadi dialog dengan putranya. Ibrahim mengajak putranya Nabi Ismail, kira-kira antara ratusan meter dari tempat tinggalnya (Minah), baru lebih kurang 70-80 meter berjalan, setan menggoda istrinya Siti Hajar: “Ya Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail yang sedang tumbuh dan menggemaskan itu?”. Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: “Ya Ibrahim, ya Ibrahim mau dikemanakan anakku?” Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, ditempat itulah dimana pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah bagi jemaah haji disuruh melempar batu dengan membaca : Bismillahi Allahu Akbar. Hal tersebut mengandung arti bahwa kita melempar setan atau sifat-sifat setan yang ada di dalam diri kita. Akhirnya tibalah mereka di Jabal Qurban kira-kira 200 meter dari tempat tinggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana di firmankan oleh Allah didalam surat ASH-Shaffaat ayat 103-107: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik”. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “.

Dan yang ketiga, dalam Zaman Nabi Muhammad SAW. Masalah kurban diceritakan kembali yaitu di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3 “Se-sungguhnya Kami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan Berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.
Berbicara tentang kenikmatan, Allah mengingatkan: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu mengitungnya” (QS:Ibrahim: 34). Oleh karena itu berkaitan dengan ibadah kurban yang sudah ada sejak Nabi Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw. Allah berfirman: “Dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah”, Sholat merupakan hubungan vertikal dengan Allah untuk mensyukuri nikmat Allah. Hubungan antara sesama manusia secara horisontal diwujudkan bahwa setelah shalat Idul Adha yaitu dengan berkurban memotong hewan ternak berupa kambing atau sapi untuk dibagikan kepada fakir miskin.

Kita biasanya serius ketika beribadah langsung dengan Allah tapi kadang-kadang ibadah sesama manusia seringkali kurang serius. Allah SWT mengingatkan dalam surat Al-MaaHuun ayat 1-7 : “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan ) barang berguna”.
Qurban ini merupakan masalah ubudiyah yang bersifat sosial yang berhubungan dengan sesama manusia dengan cara mengorbankan sebagian harta.
Maka qurban secara lughatan bahasa dengan berdasarkan pada surat Al-Maidah ayat 27 “Qurban” berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT, untuk mendapatkan ridho serta mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT (surat Al-Kaustar) dengan memotong hewan kurban, adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memotong hewan kurban; unta, sapi, kerbau, dan kambing, dengan tujuan taqwa kepada Allah. Ditegaskan dalam surat Al-Hajj : 37 : “daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridlaan) Allah tapi ketaqwaan dari pada kamulah yang dapat mencapainya”.
Waktu berkurban dimulai sejak tanggal 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah. Masa memotong qurban pada tanggal 10 disebut “Yaumul nahar”yaitu hari untuk menyembelih kurban. Sedangkan tanggal 11, 12, 13 dinamakan “yaumul tsyriq” Di luar waktu tersebut bila kita memotong hewan dinamakan sedekah. Maka kalu niatnya berkurban harus dilakukan padan waktu-waktu tersebut, yakni pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijjah.
Hukumnya berkurban ada dua pendapat: Petama, wajib bagi orang yag mampu (kalau dibelikan kambing tidak akan mengurangi kewajiban memberi nafkah kepada keluarga). Menurut Mazhab di luar Syarii hukumnya sunnah mu’akadah. Adapun diwajibkan secara mutlak yaitu kurban yang disebut Nadzar yang seseorang yang sudah meniatkan untuk memotong hewan apabila niatnya terkabul.

Dasar kewajiban ibadah kurban juga berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa mempunyai kesanggupan dan kemampuan (untuk berqurban) tapi tidak mau berqurban maka janganlah dia mendekati Musholla kami”.
Hadis ini merupakan suatu kritikan yang seolah-olah Nabi Muhammad SAW berkata: “Kenapa kamu beribadah kepada Allah begitu tekun, tapi kenapa kamu tidak mau berqurban padahal kamu memiliki harta yang berlebihan”. Oleh karena itulah bagi yang mampu hukumnya wajib untuk berqurban yakinlah bahwa apabila kita berqurban tidak akan mengurangi kekayaan kita dan tidak akan membuat kita menjadi miskin.
Adapun binatang yang boleh untuk berqurban adalah unta, sapi, kerbau, dan kambing. Kalau tidak mampu, memang tidak wajib. Diriwayatkan ada seorang sahabat yang miskin yang tidak sanggup membeli seekor kambing, oleh karena itu dibolehkan hanya membeli dagingnya saja untuk berqurban, tapi yang riel berqurban wujudnya memang seekor binatang sebagaimana tersebut diatas.

Daging kurban boleh dibagikan kepada tiga asnap menurut syariat. Boleh dimakan sekeluarga sendiri paling banyak 1/3 bagian, 1/3 bagian lagi untuk fakir miskin dan 1/3 bagian lagi untuk handai tolan dan kenalan. Boleh juga secara keseluruhan diserahkan kepada panitia dan terserah panitia yang membagikannya. Bila hanya minta pahanya saja bagi berqurban masih diperbolehkan asal bukan qurban nadzar.
Apa hikma ibadah kurban? Hikmahnya antara lain menggembirakan fakir-miskin. Sebab tidak semua orang mampu makan dengan daging walau adanya di kota besar, masih banyak kawan kita, saudara kita, tetangga kita yang makan daging sebulan sekali. Sehari-harinya hanya makan alakadarnya. Maka dianjurkan sekali bagi orang yang mampu untuk berqurban dengan niat ikhlas kelak dikemudian hari akan mengantarkan kita menuju surga yaitu binatang yang telah kita kurbankan, yang merupakan wujud amal salehnya.

Dalam hadis yang lain nabi Muhammad SAW bersabda : “Tiap-tiap rambut yang dikurbankan adalah merupakan “Khair”. Ungkapan “Khair” ini mengandung arti keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, kemurahan Allah dan kalau orang sudah mendapatkan khairat maka berarti dia telah memperoleh segala-galanya dari Allah. Itulah hikmah daripada ibadah qurban. Wallaahu ‘alam bish-showab

dikutip dari http://annuur.multiservers.com/



Pengertian, Definisi, Tata Cara Qurban dan Aqiqah : Binatang & Hewan Udhiyah
July 2, 2008, 4:53 am
Filed under: artikel
Ibadah qurban adalah suatu aktivitas penyembelihan/ menyembelih hewan ternak yang dilakukan pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah atau disebut juga hari tasyrik/ hari raya haji/ lebaran haji / lebaran qurban / Idul Adha dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT.

Hukum ibadah qurban adalah sunat muakkad atau sunah yang penting untuk dikerjakan. Waktu pelaksanaan acara qurban adalah dari mulai matahari sejarak tombak setelah sholat idul adha tanggal 10 bulan haji sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 bulan haji.

Hewan ternak yang boleh dijadikan hewan qurban :

- Kambing biasa dengan umur lebih dari dua tahun
- Biri-biri atau domba dengan umur lebih dari satu tahun atau pernah ganti gigi.
- Kerbau / Kebo / Sapi dengan umur lebih dari dua tahun
- Unta dengan umur lebih dari lima tahun

Syarat-syarat sah pemilihan hewan qurban yang boleh menjadi qurban :
- Badannya tidak kurus kering
- Tidak sedang hamil atau habis melahirkan anak
- Kaki sehat tidak pincang
- Mata sehat tidak buta / pice / cacat lainnya
- Berbadan sehat walafiat
- Kuping / daun telinga tidak terpotong

B. Ibadah Aqiqah

Aqiqah adalah suatu kegiatan penyembelihan / menyembelih hewan ternak sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT karena mendapatkan anak laki-laki maupun perempuan (habis lahiran). Hukum pelaksanaan acara aqiqah adalah sunah / sunat bagi orang tua atau wali anak bayi yang baru lahir tersebut. Akikah dilakukan pada hari ke-tujuh setelah kelahiran anak. Apabila belum mampu di hari ketujuh, di hari setelahnya juga tidak apa-apa.

Jumlah hewan ternak untuk akikah berjumlah dua ekor kambing untuk anak laki-laki / pria dan satu ekor kambing untuk anak perempuan / wanita. Apabila hanya mampu menyembelih satu ekor kambing untuk anak laki-laki tidak apa-apa yang penting ikhlas dan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Hewan yang dijadikan akikah adalah sama dengan hewan untuk kurban dalam hal persyaratannya.

aqiqah memiliki tujuan untuk meningkatkan jiwa sosial dan tolong-menolong sesama tetangga di lingkungan sekitar, menanamkan jiwa keagamaaan pada anak, sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rejeki yang diberikan kepada kita selama ini.

dikutip dari Perpustakaan Online Agama Islam



kenapa domba garut mahal
July 2, 2008, 4:29 am
Filed under: artikel
Kenapa domba garut mahal ya…..?Pertanyaan itu yang sering saya dapatkan dari calon konsumen, dan pertanyaan itu pula yang saya tanyakan lagi ke bang Agus (maklum……bang Agus punya pengalaman lebih). Dikarenakan hubungan bisnis dengan bang Agus terus berlanjut (alhamdulillah), saya secara pribadi harus menambah wawasan mengenai domba garut. Dari obrolan obrolan dengan bang Agus dijelaskan kenapa domba garut pedaging sedikit lebih mahal, dibanding yang lain. Diantaranya :

belum banyaknya orang yang mau terjun langsung ke dunia ternak.

ternak domba masih dilakukan dalam skala kecil, belum berbentuk industri peternakan seperti di Australia contohnya.

Adanya kepercayaan bila domba aduan dikawinkan maka performa dari domba tersebut akan menurun, hal ini yang menjadi salah satu bisa membuat langkanya anak domba unggulan, yang bisa dijadikan domba aduan ataupun domba pedaging.

Itu sebagian yang dijelaskan bang Agus kenapa domba garut bisa jadi mahal. Demand yang besar namun supply domba yang jarang sehingga membuat harga menjadi naik (prinsip ekonomi). Berbeda jika supply domba pedaging unggulan banyak, harga akan turun.

Kalo menurut perdapat saya pribadi kenapa domba garut bisa jadi mahal dikarenakan dari faktor fisik domba itu sendiri, domba garut memiliki badan dan rangka yang besar (maklum …..turunan domba petarung). Dengan ciri fisik yang berbeda dengan domba yang lain tersebut membuat prestise dari domba garut lebih dibanding yang lain.(terima kasih banyak kepada bang Agus yang sering memberi pengetahuan secara gratis tentang domba garut).

Walaupun saya belum jadi peternak (…one day…….insyaallah) akan lebih asyik bila kita bisa mengembangkan berternak biasa ke usaha ternak dan akhirnya ke industri ternak. Akan lebih membanggakan pula bila domba garut, salah satu domba genuine nya Indonesia, bisa diexpor ke berbagai negara.

Saya sangat mengharapkan saran dan tulisan dari pembaca blog ini agar saya bisa mendapat pengetahuan lebih dari pembaca. Mohon maaf bila kurang berkenan.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.